This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 16 November 2011


                CAFÉ AMOR

       Café Amor one-Stop-Hiburan: 24 Jam Cafe & Resto Disajikan Makanan Internasional dari Pembuka untuk penutup di mana Anda dapat menikmati semua fasilitas di sekitarnya seperti Cellar Wine, Lounge dan Club Anggur.
Istirahatkan diri Anda, apakah Anda sendiri atau dengan sekelompok teman-teman besar di Chic, Atmosfer Homey, Tropical. Kami juga menyediakan 24 Jam Koneksi Internet Free Wifi hingga 3 Mbps dan browsing aman didukung oleh Open DNS ,
Terkenal karena Roasted Kopi Segar harian kami sebagai The Pertama Pada Panggang Situs Dalam Kota, di Cafe Amor Anda dapat mengalami Gaya Hidup Kota Paling Happening dengan harga terjangkau dengan Crowd Terbaik.


Kisah Para Amor
Kisah Amor dimulai dengan ide sederhana untuk melayani kopi terbaik di bumi. Sejak soft opening pada bulan April 2007, Cafe Amor telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa memperkenalkan kopi halus, teh dan barang-barang gourmet lainnya menyenangkan untuk semua orang yang menikmati hidup.
Cafe Amor:

Café amor merupakan café yang menghidangkan minuman dan cake yang terbuat dari coklat yang asli,selain itu juga menyediakan berbagai minuman coklat yang dicampurkan dengan bahan-bahan alami atau berkombinasi dengan cream yang menghasilkan minuman café coklat yang memiliki cita rasa tinggi. Pada umumnya Café amor sama dengan Café lainnya  akan tetapi dicafe amor seperti cake chocolate juga terdapat dicafe ini. Cafe Amor beroperasi 24 jam dengan motto love to serve you 24 hours. Cafe ini juga menjanjikan kesegaran alami berbagai kopi pilihan, yang langsung diproses di depan tamunya.
Kami mengoperasikan tiga unit mesin penggiling kopi impor Lamarzoco, yang menjanjikan kenikmatan setiap tetes yang diminum para tamu. Untuk konsep standar pemilihan, penggilingan, peracikan dan penyajian aneka jenis kopi itu, paparnya diadopsi dari Singapura. Meski menolak menyebutkan secara pasti sumber konsep tersebut, namun kemurnian aroma kopi yang ditawarkan memang mejadi selling point cafe ini.

Coffee Roasting Machine dengan ukuran jumbo khusus di impor dari Turki dan sengaja display  di interior café agar pengunjung dapat langsung meyaksikan proses coffee roasting dari green beans (biji kopi mentah) menjadi coffe yang siap di-grind, diracik oleh para Barrista dan disajikan menjadi minuman kopi dengan aroma yang menggugah selera khusus untuk Anda.

Selain itu, Cafe Amor juga memiliki area outdoor dengan kapasitas 30-40 kursi, yang memberikan keleluasaan kepada para tamu untuk menyantap aneka menu food & beverage yang dipesan sambil menikmati suasana pagi, sore, atau malam hari di kawasan Kemang. Karena itu, cafe ini langsung menjadi lokasi favorit para kawula muda untuk bercengkrama. Apalagi areal ini juga dilengkapi dengan kolam tropikal dengan air terjun mini dan ikan-ikan, yang mengartikulasikan suasana open air natural ditengah kota.


Siang hari sampai sore hari, areal indoor-nya tentu menjadi pilhan favorit pula untuk lunch atau high tea hours dengan kapasitas 80 kursi, dimana sekitar 30 kursi di antaranya merupakan no smoking area. Kalau weekend,  banyak juga tamu golongan keluarga yang melakukan ritual makan siang atau makan malam di sini.
Anak-anak tentu sangat menikmati makan siang dan malamnya disini, karena dapat bermain di kolam yang memang didesain nyaris mengelilingi seluruh fasilitas cafe.
Privasi
Untuk mereka, yang menginginkan suasana lebih privasi, tersedia platinum lounge dan wine lounge. Kalau wine lounge berkapasitas 60 kursi dikhususkan untuk penikmat wine dan cigar sebagai bagian dari Vino Embassy, yang beroperasi dari jam 09.00 sampai 03.00 WIB, maka platinum lounge didedikasikan khusus untuk member, yang berkapasitas 50 s/d 70 orang. Platinum Lounge didesain khusus dengan sofa yang empuk, waterfall view, glass bottom floor dengan fish pond di bawahnya.
Ada dua kategori platinum membership yang ditawarkan, yaitu Special Platinum dengan biaya Rp. 25 juta dan langsung dihadiahi Wine Chiller impor senilai 12 juta dan belanja wine senilai Rp. 25 juta, serta Platinum dengan biaya Rp. 5 juta untuk seumur hidup.
Keduanya memperoleh fasilitas diskon 20% dan bisa menggunakan fasilitas platinum lounge. Saat ini anggota seumur hidup sudah ada puluhan, padahal kami kan baru soft opening dua bulan lalu.
Cafe dan lounge yang memiliki kapasitas parkir sekitar 30 mobil ini dan dilengkapi dengan fasilitas Free Wi-Fi ini, juga menyediakan ratusan jenis cigar, baik yang berasal dari Cuba, Republic Dominica, dan masih banyak lainnya. Selain itu, ada juga ribuan jenis wine di wine cellar yang berada di areal tengah bangunannya.
Sesuai dengan nama Vino Embassy yang mengadung arti: Vino = Wine dan Embassy Representative, maka salah satu wine cellar terbesar di Indonesia ini terinspirasi untuk menjadi perwakilan minuman wine dari seluruh dunia. Tak heran bila disini terdapat wine  dari berbagai negara penghasil wine terkenal dunia seperti Prancis, Australia, Jerman, Italia, Spanyol, Chile, Afrika Selatan, Argentina, Portugis, Kanada, dan USA (california)
Seperti lounge-nya, wine cellar ini didominasi warna redup untuk mengartikulasikan atmosfir rileks dan cozy, bahkan ada pohon anggur artificial dan beberapa Oak barrel untuk menciptakan suasana vineyard.
Modern Minimalis
Berdiri diatas lahan seluas hampir 2000 m2 dan luas bangunan sekitar 800 m2, yang direnovasi selama 3,5 bulan, Café Amor dan Vino Embassy memang menerapkan konsep disain modern minimalis dan dipadukan dengan sentuhan kontemporer terutama pada langit-langitnya. Warna-warna broken white, coklat pekat, dan disana-sini ada sentuhan warna merah, memang menjanjikan kenyamanan, sehingga betah berlama-lama bercengkrama di sini.
Didukung gardening dan outdoor dining dengan menggunakan material yang rustic, batu-batuan serta kayu sebagai unsur interior, maka tema dekat dengan alam menjadi inspirasi bagi Cafe Amor & Vino Embassy yang memang produk-produk utamanya yaitu coffee dan Wine juga berasal dari alam.
Apalagi harga yang dipatok untuk F & B dengan Menu Makanan Internasional disini memang cukup bersahabat. Untuk makanan, berkisar mulai dari Rp.5.000++ sampai Rp.65.000++, sedangkan minumannya mulai dari Rp. 8.000++ sampai Rp.30.000++
Menurut dia, pada awalnya Cafe Amor dan Vino Embassy disiapkan untuk kalangan eksekutif, tapi kini ternyata meluas secara alamiah ke pasar remaja. Komposisinya, kini berimbang fifty-fifty, ya kami customized saja mengikuti selera pasar yang berkembang. Biarkan pasar tercipta dan berkembang sendiri.
Selain sudah mempekerjakan sebanyak 60 karyawan dengan 4 shift saat weekdays dan 3 shift saat weekend, Cafe Amor & Vino Embassy mulai Juni 2007 sudah disibukkan dengan perluasan fasilitas seluas 250 m2 dua lantai dibagian sayap kiri.
Fasilitas baru ini untuk menampung keperluan tamu, yang ingin menggelar party disini. Selain itu, lounge baru itu juga disiapkan untuk live music, yang kami rencanakan mulai beroperasi Agustus 2007.
Rencana ke depan, Cafe Amor dan Vino Embassy akan di-franchise-kan ke Indo China Bravo Cafe Amor dan Vino Embassy!!! Hers Magazine
Satu lagi tempat yang perlu berada di top of your mind bila hendak nongkrong sampai puas, tanpa harus takut jam buka. Cafe Amor menjadi tempat hang out yang pas bagi anda yang suka nongkrong sampai lupa waktu. Anda bisa menyaksikan sendiri kopi yang akan disajikan pun di-roast sendiri setiap pagi. Menyeruput Hot Cappuccino ditemani wangi kopi yang di-roast langsung ditempat tiap pagi, terasa segar. Sambil mengobrol menikmati White Mocca (cold, coffee based) atau Peach Pizazz (smoothies). Pilihan makanan dengan menu internasional mulai dari appetizer sampai dessert, pun lengkap, seperti pilihan salad, steak, BBQ, pasta, burger & hotdog, dan sandwich. Dilengkapi pula dengan fasilitas free Wi-Fi, baik dalam cafe ataupun area outdoor.
The Amor Story
The Amor Story began with a simple idea to serve the best coffee on earth. Since its soft opening in April 2007, Cafe Amor has experienced tremendous growth introducing fine coffee, tea and other delightful gourmet items to all who enjoy life.

  Bentuk Ideal struktur organisasi Sebuah  Cafe



 Dikarenakan keterbatasan SDM Dalam tahap awal dibentuk seramping mungkin struktur dan digabungkanya beberapa tugas dari masing-masing bagian dari struktur organisasi perusahaan adalah
sebagai berikut:
Struktur yang memungkinkan di pakai

1. Investor
investor terdiri dari anggota yang melakukan investasi


2. Operasional Manager
Operasional Manager adalah seseorang yang ditunjuk sebagai kepala dalam operasional cafe, tugas-tugas dari seorang manager, yaitu :
a. Mengawasi jalannya proses operasional cafe.
b. Bertanggungjawab terhadap jalannya operasional cafe.
c. Mengkoordinasi bahan-bahan operasional cafe.
d. Mengkoordinasi staff yang sedang bertugas.
e. Melakukan prediksi dan ide-ide dalam mempromosikan cafe.
f. Mengetahui hasil dari operasional cafe.
g. Mengawasi segala kebutuhan operasional cafe.
h. Menentukan jumlah kebutuhan operasional cafe.
i. Mengkoordinasi segala kebutuhan operasional cafe.
j. Bertanggungjawab terhadap proses produksi operasional cafe.
k.Memberikan training kepada staff.
l. Purchasing
m.Accounting


3. Waiter + Coureer
Waiter atau waitress adalah sekempok orang yang bertugas untuk melayani kebutuhan tamu cafe. Tugas-tugas mereka, antara lain :
a. Melayani tamu secara profesional.
b. Memperhatikan kebutuhan tamu.
c. Mengetahui produk yang dijual.
d. Bertanggungjawab terhadap operasional cafe.
a. Menerima pesanan dari tamu.
b. Membuatkan makanan dan minuman tamu.
c. Menyiapkan makanan dan minuman tamu.
d. Membersihkan peralatan yang kotor.
e. Bertanggungjawab dalam proses produksi.


4. Koki
a. Menyiapkan pesanan dari tamu
b. memberikan pelayanan kepada tamu cafe
c. Bertanggungjawab terhadap proses produksi operasional cafe.
d. Membantu waiter atau waitress.
e. Membantu dalam memberikan pelayanan kepada tamu cafe.
f. Store Keeper

Café Amor
Analisa kebutuhan  CAfe

No
Nama Barang
Jumlah
1
Mesin Cofee Lamarzoco,  - Alat untuk Membuat minuman Coffe
3 bh
2
Mesin Espresso- alat untuk membuat Espresso
2 bh
3
2 bh
4
2 bh
5
2 bh
6
2 bh
7
Rak Gelas,piring,sendok,dll
2 bh
8
1 bh
No
Nama Barang
Jumlah
1
Piring
200 bh
2
Gelas
250 bh
3
sendok
400 bh
4
garpu
400 bh

Jumlah pelanggan yang datang
N0
NAMA HARI
JUMLAH PELANGGAN
KEBUTUHAN RATA-RATA  Perhari

PIRING
GELAS
1
SENIN-Jum’at
40-50 ORANG
40 bh
50 bh
2
Jum’at -Minggu
50-60 ORANG
60 bh
70bh
3
Hari Libur
0bh
0 bh
0 bh



ALFIN CLICK TO REVIEW

Struktur organisasi Cafe

Struktur organisasi Cafe



 Dikarenakan keterbatasan SDM Dalam tahap awal dibentuk seramping mungkin struktur dan digabungkanya beberapa tugas dari masing-masing bagian dari struktur organisasi perusahaan adalah
sebagai berikut:
Struktur yang memungkinkan di pakai

1. Investor
investor terdiri dari anggota 2289 yang melakukan investasi

2. Operasional Manager
Operasional Manager adalah seseorang yang ditunjuk sebagai kepala dalam operasional cafe, tugas-tugas dari seorang manager, yaitu :

a. Mengawasi jalannya proses operasional cafe.
b. Bertanggungjawab terhadap jalannya operasional cafe.
c. Mengkoordinasi bahan-bahan operasional cafe.
d. Mengkoordinasi staff yang sedang bertugas.
e. Melakukan prediksi dan ide-ide dalam mempromosikan cafe.
f. Mengetahui hasil dari operasional cafe.
g. Mengawasi segala kebutuhan operasional cafe.
h. Menentukan jumlah kebutuhan operasional cafe.
i. Mengkoordinasi segala kebutuhan operasional cafe.
j. Bertanggungjawab terhadap proses produksi operasional cafe.
k.Memberikan training kepada staff.
l. Purchasing
m.Accounting

3. Waiter + Coureer
Waiter atau waitress adalah sekempok orang yang bertugas untuk melayani kebutuhan tamu cafe. Tugas-tugas mereka, antara lain :

a. Melayani tamu secara profesional.
b. Memperhatikan kebutuhan tamu.
c. Mengetahui produk yang dijual.
d. Bertanggungjawab terhadap operasional cafe.
a. Menerima pesanan dari tamu.
b. Membuatkan makanan dan minuman tamu.
c. Menyiapkan makanan dan minuman tamu.
d. Membersihkan peralatan yang kotor.
e. Bertanggungjawab dalam proses produksi.


4. Koki
a. Menyiapkan pesanan dari tamu
b. memberikan pelayanan kepada tamu cafe
c. Bertanggungjawab terhadap proses produksi operasional cafe.
d. Membantu waiter atau waitress.
e. Membantu dalam memberikan pelayanan kepada tamu cafe.
f. Store Keeper

Senin, 07 November 2011

pecundang

Akhirnya aku kembali ke tempat ini. Aku tidak bisa menahan perasaanku untuk tidak menemuinya lagi. Aku hanya ingin melihatnya dari jarak yang agak jauh, dari tempat yang agak terlindung. Dari balik malam, dengan leluasa aku bisa melihatnya tertawa dan tersenyum --tawa dan senyum yang dibuat-buat-- di hadapan para tamu.


Tempat dia duduk menunggu tamu cukup terang bagi mataku, meski tempat itu hanya ditaburi cahaya merah yang redup. Aku masih bisa merasakan pancaran matanya yang pedih. Aku merasa dia sedang memperhatikan aku. Aku berusaha bersembunyi di balik kerumunan para pengunjung yang berseliweran di luar ruangan. Tapi sejenak aku ragu, apakah benar dia melihatku? Ah, jangan-jangan itu hanya perasaanku saja. Aku yakin dia kecewa dengan aku. Dia kecewa karena aku gagal membawanya pergi dari tempat ini.


Hampir setiap malam aku mengunjungi tempat ini hanya untuk melihatnya dari kegelapan dan memastikan dia baik-baik saja. Aku seperti mata-mata yang sedang mengintai mangsanya. Atau mungkin aku seorang pengecut yang tidak berani menunjukkan batang hidung setelah kegagalan yang menyakitkan hatiku. Atau bisa jadi aku telah menjadi pecundang dari kenyataan pahit ini.


Biasanya aku akan datang sekitar jam delapan malam. Aku memarkir motor di kegelapan dan berjalan perlahan menuju tempat dia biasa menunggu tamu. Jelas aku tidak akan berani masuk ke dalam ruangan yang pengab dengan asap rokok dan bau minuman itu. Aku terlanjur malu dengan dia. Makanya, aku hanya berani berdiri di luar, di dalam kegelapan, dengan tatapan mata yang sangat awas yang tertuju pada ruangan di mana dia duduk santai sambil mengepulkan asap rokoknya.


Seringkali aku dibakar api cemburu ketika ada lelaki yang menghampirinya dan merayunya. Api cemburu itu semakin menjadi-jadi ketika dia juga meladeni lelaki yang merayunya dengan senyum dan tawa. Dan hatiku benar-benar hangus ketika kulihat dia masuk ke dalam biliknya ditemani lelaki itu. Saat itu juga batok kepalaku dipenuhi berbagai pikiran-pikiran buruk. Ya, sudah jelas, di dalam bilik sederhana itu mereka akan bergulat, bergumul, dan saling terkam dalam dengus napas birahi.


Ah, sebenarnya tidak begitu. Itu hanya pikiran-pikiran burukku saja. Aku tahu dia perempuan lugu yang terjebak dalam situasi seperti itu. Semacam anak kijang yang masuk perangkap pemburu.


Aku merasa aku telah jatuh hati padanya. Kamu tahu, bagaimana proses jatuh hati itu kualami? Baiklah, akan kuceritakan untukmu. Saat itu aku diajak oleh kawan karibku datang ke tempat ini. Kawanku itu menemui langganannya. Sedang aku hanya bengong-bengong di ruangan sambil minum kopi. Seorang ibu paruh baya menghampiriku. Dengan mata genit ibu itu mengatakan padaku kenapa aku tidak masuk kamar? Aku bilang bahwa aku lagi ingin sendiri, lagi ingin menikmati suasana saja. Ibu itu mengatakan ada yang baru, masih belia, baru datang dari kampung. Ibu itu bilang usianya baru 15 tahun. Dalam hati aku tertarik juga dengan perkataan ibu itu. Wah, masih belia sekali? Aku jadi ingin tahu kayak apa perempuan yang dibilang belia itu? Ibu tua itu kemudian memanggil dia.


Sehabis mandi, ibu tua itu mengantar perempuan itu kepadaku. Dengan malu-malu perempuan ingusan itu duduk di sebelahku. Dia hanya diam dan tidak berkata-kata. Wajahnya manis dan memang masih bau kencur. Entah anak siapa yang disesatkan ke tempat seperti ini. Ibu tua itu menyuruhku segera mengajaknya masuk kamar, tentu dengan tarif khusus, lebih mahal dari biasanya.


Di dalam kamar, perempuan itu masih diam, tak banyak bicara. Dari wajah kekanak-kanakannya terpancar perasaan cemas dan keragu-raguan. Aku jadi iba melihat tingkahnya yang memelas itu. Aku segera mencegah saat dia hendak melucuti busananya. Dia bingung dengan tingkahku.


"Saya harus melayani tamu saya," jelasnya.


"Aku tak perlu dilayani. Aku hanya ingin ngobrol denganmu. Dan aku akan tetap membayar sesuai tarif yang telah disepakati," ujarku.


Aku menatap wajah yang lugu itu. Entah kenapa aku jadi tidak tega dan merasa simpati dengan dia. Mungkin aku terjebak pada pancaran matanya yang begitu diliputi kepolosan sekaligus kecemasan. Aku telah mengenal sejumlah perempuan yang bekerja seperti ini. Tapi dengan perempuan satu ini, aku merasakan dalam diriku bangkit suatu keinginan menjadi hero, ingin menyelamatkannya.


Aku mendekapkan kepalanya ke dadaku. Aku membelai-belai rambutnya yang sebahu. Tiba-tiba saja aku merasa menjadi seorang kakak yang ingin melindungi adiknya dari segala marabahaya.


"Mengapa kamu bisa berada di tempat seperti ini?" tanyaku lirih. "Seharusnya kamu menikmati masa-masa sekolahmu, seperti teman-temanmu yang lain.."


Perempuan itu diam dan menatapku lembut.


"Saya tidak tahu, Mas. Saya diajak oleh tante saya ke sini. Saya dijanjikan pekerjaan dengan gaji yang menggiurkan. Tapi ternyata saya dijebak di sini oleh tante saya sendiri."


Aku kaget mendengar pengakuannya yang memilukan itu. Diam-diam dalam hatiku, rasa kasihan perlahan menjelma rasa simpati dan keinginnan untuk mengasihinya.


"Kamu ingin pergi dari tempat ini?"


"Ya, jelas, Mas. Tapi bagaimana caranya saya bisa pergi dari sini?"


"Aku akan ngomong sama bosmu."


"Mustahil, Mas!"


"Mengapa mustahil?"


"Mas tidak paham situasi di sini. Sekali perempuan terjebak dalam tempat ini, maka seumur hidup akan berkubang di sini."


"Tidak. Aku akan menyelamatkanmu. Kamu harus melanjutkan sekolahmu. Dan kamu mesti cari kerja yang lebih bagus dari kerja begini."


Perempuan bau kencur itu menundukkan kepalanya. Matanya memancarkan harapan, harapan bagi sebuah kebebasan.


Aku cium keningnya. Aku bisikkan beberapa patah kata agar dia bersabar dan tabah. Aku ke luar dari bilik dengan perasaan gundah.


"Gimana, Mas? Bagus, kan?" Ibu paruh baya itu berdiri di depan pintu dan mengerlingkan mata genit ke arah mataku.


Tiba-tiba saja aku ingin muntah melihat tampang ibu genit itu.


"Aku ingin ngomong sama bosmu," ujarku dengan nada agak geram.


"Ada apa, Mas? Apa servisnya tidak memuaskan ya...? Wah, kalo gitu saya akan lapor ke bos."


"Jangan. Bukan masalah itu. Ada yang aku ingin bicarakan sama bosmu. Tolong panggil dia."


Perempuan paruh baya kepercayaan bos itu tergopoh-gopoh menemui bosnya. Tak berapa lama, dia muncul kembali mengiringi perempuan agak gembrot dengan wajah menyiratkan kelicikan.


"Ada apa, Mas? Apa dia tidak melayani Mas dengan baik?"


"Bukan masalah itu, Bu. Kira-kira kalau aku ingin mengajak dia keluar dari sini, gimana?"


Wajah perempuan gembrot yang licik itu seketika berubah curiga.


"Maksud Mas gimana?"


"Aku ingin mengajak dia pergi dari sini."


"Kalau begitu Mas harus menebusnya Rp 5 juta, gimana?"


Aku terkesiap. Gila benar si gembrot ini. Mengapa aku mesti menebusnya sebanyak itu? Bukankah setiap orang berhak memilih kebebasannya?


"Kenapa aku mesti menebus sebanyak itu? Dia bukan barang mati. Dia manusia yang memiliki kebebasannya," ujarku geram.


Si gembrot tersenyum sinis.


"Mas ini kayak tidak mengerti aja. Dia berada di bawah pengawasan dan tanggung jawab saya. Tantenya telah menitipkan dia pada saya."


"Kalau begitu, kamu tidak berhak menjual dia dengan mempekerjakan dia sebagai pelacur," ujarku semakin geram melihat tingkah si gembrot.


"Hidup makin sulit Mas. Semua orang perlu uang dan sekarang ini segala sesuatu diukur dengan uang. Begini saja Mas. Kalau Mas mau membawa dia, maka Mas sediakan uang Rp 5 juta. Itu saja."


Si gembrot sambil menggerutu pergi meninggalkan aku yang masih terbengong-bengong. Sejenak aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat. Aku pun pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan luka. Sepintas kulihat mata perempuan yang ingin kuselamatkan itu berkilat basah menatap kepergianku.


Beberapa hari kemudian aku berusaha mendapatkan uang sebanyak itu untuk menebus dia. Aku berusaha meminjam kepada kawan-kawanku. Namun usaha kerasku hanya berbuah kesia-siaan. Aku hanya bisa mengumpulkan Rp 2 juta. Aku kembali ke tempat itu dan mencoba tawar-menawar dengan si germo gembrot, tapi sia-sia belaka. Si gembrot tetap pada pendapatnya semula.


Aku merasa kecewa dengan diriku sediri. Aku tidak berdaya menyelamatkan dia. Aku tidak habis-habisnya mengutuki diriku sendiri, mengapa aku tidak berkesempatan jadi orang kaya.


Maka seperti saat ini, setiap malam aku hanya bisa menatap dia dari kegelapan malam. Sambil menahan hatiku yang hampir hangus dibakar cemburu, aku melihat dia bercengkerama dengan para tamu. Sepertinya dia bahagia dengan pekerjaan yang dijalaninya. Setiap melihat senyum dan tawanya, aku merasa bersalah sekaligus kecewa dengan diriku sendiri. Pada akhirnya aku hanya jadi pecundang.***